Sejarah Duampanua



1.      Letak Geografis dan Luas Wilayah
Kecamatan Duampanua merupakan salah satu dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pinrang yang secara rinci mempunyai batasan-batasan administrasi sebagai berikut :
1.       Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Lembang.
2.       Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar.
3.      Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cempa dan Patampanua.
4.       Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Batu Lappa.
Kecamatan Duampanua yang berada di Sebelah Utara Kabupaten Pinrang merupakan salah satu dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pinrang, dengan luas wilayah 29.189 ha. dan berada pada ketinggian 0 – 100 meter di atas permukaan laut (dpl). Secara wilayah administrasi pemerintahan yang terluas adalah Kelurahan Data dengan 4.340 ha. Atau 14,87 % dari wilayah Kecamatan Duampanua. Sedangkan wilayah terkecil adalah Kelurahan Pekkabata, yaitu 678 ha. atau 2,32 % dari luas wilayah Kecamatan Duampanua. Berikut rincian pembagian wilayah Desa/Kelurahan.
                                        TABEL  1.1
PEMBAGIAN WILAYAH DAN LUAS DESA/KELURAHAN
DI KECAMATAN DUAMPANUA
No.
Kelurahan/Desa
Luas
(km²)
Presentase
( % )
1
2
3
5
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Kelurahan Pekkabata
Kelurahan Tatae
Kelurahan Lampa
Kelurahan Bittoeng
Kelurahan Data
Desa Massewae
Desa Kaballangang
Desa Katomporang
Desa Kaliang
Desa Paria
Desa Bababinanga
Desa Buttusawe
Desa Bungi
Desa Maroneng
678
1.076
3.632
1.170
4.340
2.912
1.532
3.903
1.200
1.790
1.831
3.261
1.161
704
2,31
3,69
12, 44
4,01
14,87
9,98
5,25
13,37
4,11
6,13
6,27
11,17
3,98
2,41
Jumlah
29.186
100,00

2.             Keadaan Penduduk dan potensi yang dimiliki
1.       Potensi Sosial
a.      Budaya saling tolong menolong (gotong royong) yang merupakan ciri khas budaya masyarakat yang menjadi modal dalam rangka pembangunan daerah.
b.      Peranan informal leader, yaitu kepemimpinan tokoh masyarakat di lingkungan Kecamatan Duampanua yang merupakan potensi social yang dapat menjadi mediator pembangunan masyarakat.
2.       Potensi Ekonomi
a.      Tersedianya tanah dan lahan yang dapat dipergunakan untuk berbagi pembangunan ekonomi.
b.      Potensi pertanian dan peternakan serta perdangangan
c.          Pusat pertumbuhan berupa perdagangan dan jasa.
3.       Sumber Daya Aparatur.
Sumber daya aparatur sangat mendukung dalam upaya menciptakan system pelayanan prima kepada masyarakat, karena ketika sumber daya aparatur yang mempunyai kualitas yang baik, maka pelaksanaan tugas dan tanggung jawab akan terlaksana dengan baik pula. Aparatur akan lebih mudah mencerna setiap penyerahan tugas yang diberikan dari pimpinan.
Kondisi aparatur Kecamatan untuk saat ini sudah dirasakan baik, hal ini terlihat dari distribusi tugsa pokok dan fungsi yang telah dapat dilaksanakan atau tidak bertumpuk pada salah seorang aparatur. Hanya saja aparatur sering terjebak dalam kegiatan rutnitas tanpa berani berinovasi dalam penyelesaian tugas atau dengan kata lain apa yang menjadi pekerjaan aparatur terdahulu juga dikerjakan oleh aparatur sekarang meskipun apa yang dikerjakan ternyata salah.
4.       Sarana dan Prasarana
Untuk menunjang terwujudnya system pelayanan prima kepada masyarakat, maka sarana dan prasarana harus mendukung karena ketika sarana dan prasarana mendukung, maka akan lebih mempermudah aparatur Kecamatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Tidak ada komentar: